Tuesday, 18 November 2008

Doa

Dasar anak setan luh" begitu keras umpatan ibu dipinggiran kota kepada anaknya yang bandelnya kebangetan(terlalu) kata-kata itu oleh sebagian orang diartikan sebagai do'a. Jadi jika itu benar maksudnya mendoakan anaknya agar menjadi setan. Tentu saja hal tersebut dibantah oleh si ibu, karena memang tidak ada maksud kearah itu, tapi kenyataannya umpatan itu tidak mengurangi kebandelan si anak, besar kemungkinan hal itu malah membuat anak semakin bandel. Semakin bandelnya si anak bisa jadi pengaruh dari kata-kata (umpatan/sumpah serapah) yang dia dengar sehari-hari.
Hinga kata-kata itu begitu akrab dengan dirinya sampai melekat dalam hati. Kata-kata negatif melekat dalam hatinya sangat menguasai dirinya, sampai mempengaruhi perilakunya.
Seberapa besar kata-kata/ucapan mempengaruhi jalan hidup seorang ? jika diri kita akrab dengan kata-kata negatif perilaku kita menjadi negatif, sebaliknya jika kita akrab dengan kata-kata positif mendorong perilaku kita menjadi positif. BENARKAH ?
Coba ukur pengalaman hidup kita seberapa banyak kata-kata yang baik kita ucapkan atau kita dengar atau sebaliknya, lalu bagaimana perilaku kita sekarang ? lebih mencerminkan hal yang baik atau buruk ???
Tidak ada energi yang hilang dialam semesta ini hanya berubah bentuk, seluruh tenaga yang kita keluarkan tidak hilang begitu saja, karena memiliki konsekwensi logis yang mempengaruhi jalan hidup kita. Jadi energi yang kita pakai untuk berfikir menjadi energi perbuatan lalu berubah menjadi energilainnya, begitu seterusnya.
Kata orang bijak "Doa itu memanusiakan manusia" Doa merupakan pengakuan bahwa diri manusia itu adalah mahluk yang bergantung kepada Sang Pencipta. Sang Pencipta yang kuasa untuk mengabulkan segala doa yang dipanjatkan manusia. Doa yang baik harus selaras dengan usaha yang dijalankan. Satu contoh : kita berdoa untuk keselamatan dalam perjalanan, usaha yang kita jalankan adalah dengan memilih jalan yang aman & tetap waspadaterhadap ganguan-ganguan yang mungkin bisa terjadi. Memang tanpa doapun perjalanan kita bisa selamat dampai ditujuan, lalu dimana bedanya ?, Orang yang berdoa bisasanya mensyukuri takala ia selamat sampai tujuan & berterima kasih kepada Sang Pencipta.
Sekilas perbedaan itu seolah tidak terlalu jauh akan tetapi justru sebaliknya jika itu sudah menjadi jalan hidupnya. Orang yang selalu berdoa dengan baik pasti selalu bersyukur, rasa syukurnya memiliki pengaruh yang baik terhadap dirinya dan lingkungan.
.

1 comments: