Wednesday, 3 December 2008

ADA AJA, ADA LAGI

Kuta. Sore itu aku diajak oleh teman-temanklu tuk berjalan-jalan menelursuri pantai kuta. Indah dan segalanya memang indah. Ditengah kami menikmati berbagai macam keindahan sepanjang pantai tiba-tiba temanku mnyelutuk kepadaku "bagaimana pendapatmu dengannya ?" sambil mengisyaratkan cewe bule yang ber CD dan Ber BH. Entah apa secara spontan saya menjawab,"dimana kamu hadapkan wajahmu disitu wajah Allah." Ini sebuah renungan baginya yang tidak dijawab dengan UHUYY.."tapi cukup berkata,"ADA AJA , ADA lagi.
Mimpi..., Karena kekenyangan akupun tertidur pulas. Wah aku bermimpi, kala itu aku dan beberapa orang sedang ngantri di pintu masuk PRJ. Rupanya pintu itu sudah ditutup dan kami harus masuk pintu yang lain. Waduh jauh banget, pikir demi pikir tiba-tiba seorang diantara kami mengajak diskusi, Padahal sebelumnya kami tidak saling kenal. Diskusi itu bertemakan tentang agama. Tiba-tiba ada yang beride, "Agama itu wujud:, Ide itu menerpa lidahku tuk mengomentarinya. Dengan premis itu dan premis ini, ide gila itu akhirnya diterima, Agama itu adalah wujud???"pokoknya, ADA AJA, ADA lagi."Namanya juga mimpi.
Sekian banyak peristiwa terjadi pada diri kita baik itu dalam keadaan sadar atau tidak sadar. Dulunya belum terpikirkan namun akhirnya terjadi. Pendek kata, dulunya, TIDAK ADA akhirnya menjadi ADA. Filosof bilang itulah WUJUD. Ah masa begitu sih, lepaskan pikiran anda dari cengkeraman istilah dan tetek bengeknya. Emangnya istilah itu tidak menarik, saya akan mencoba menbahas tema-tema filsafat dengan bentuk cerita.
GELO baru saja nikah dengan si WENING. Anggap aja gelo itu si Majnun dan wening itu si layla. Bulan madunya di puncak.

MALAM PERTAMA, "WHAT IS ADA atau WUJUD?
Baru jam 20.00 WIB, namun kabut sudah meyelimuti cuaca.
"Gelo..., Bibirku itu merah, Wajahku itu cantik, Tanganku itu Halus dan Pahaku itu Mulus," seraya menggoda.
"Wening, Bibirku ADA, Tanganku ADA, Mataku ADA, Suaraku ADA?" bersajak di hariban sang Wening'
Itu mah Badihi, sudah jelas dengan sendirinya, ADA tidak perlu dikau nyatakan dengan kata. Tapi ngomong-ngomong dari mana yah kata "ADA" itu?"
"Sebelum kamu melihatku, ADA cinta dihatimu padaku,"rayu Gelo".
Ceilee, maksudmu kita mengambil kata"ADA" dari suatu yang dahulu kitatidak miliki, sebelum aku melihatmu, tidak ada takut dihatiku namun setelah melihatmu, ADA takut dihatiku. Seringkali TIDAK ADA dan ADA terjadinya dalam diri kita, namun kita lengah dengan ADA. Wujud itu ADA, Wujud dari kata WAJADA, artinya menemukkan. Dulunya belum ditemukan, akhirnya menemukan."
"Wening belajar bahasa arab dari siapa ? sok bisa. ADA itu sendiri tidak bisa didefinisikan."bak Aristo.
Iyalah, Bibirmu ADA dan tanganku ADA. Makna bibir tidak bermakna tangan. Makna ADA pada bibr dan ADA pada tangan itu mempunyai satu makna. Tuhan itu ADA, mahluk itu ADA. Makna Tuhan tidak bermakna mahluk, namun makna ADA pada Tuhan semakna dengan ADA pada Tuhan."
"kalo gitu kita kompak dong dengan tuhan. Tapi guru ngaji wening kemarin bilang Tuhan itu tidak seperti segala sesuatu. Dengan makna ADA itu, kita udah seperti Tuhan dong. Idih takut ah, nanti kwalat ama guru ngaji."sok bego.
"Beda dong, kita ngomong tentang makna ADA bukan dari esensi Tuhan. Kalo makna ADA juga udah beda, Sementara kia bilang Tuhan itu ADA, maksudnya pi yee, kalau tidak semakna dengan ADA yang kita pahami. Bukan lawan dari ADA itu TIDAK ADA. Berarti Tuhan itu TIDAK ADA, ini yang kwalat. Kalo kata ADA pada Tuhan tidak bisa dipahami, itu berarti kita tidak akan pernah mengenal Tuhan !. Karena akan selalu berbeda makna,"sambil menggerakan tangannya menerapkan metode Quantum Teaching.
Berarti ADA itu mempunyai satu makna dan satu kata, namun bisa ditempatkan pada kata apa saja. Tidak seperti kata "bisa" namun kata ini bisa bermakna "racun ular" dan bisa bermakna "mampu". Satu kata tapi mempunyai makna yang berbeda. Waduh, aku kayak berada di Istana kerajaan Yunani aja,"sambil beridiri memperagakan diri bak patung socrates.
"ADA itu lawannya TIDAK ADA. Tidak ada hanya mempunyai satu makna. Berarti ADA juga mempunyai satu makna, Jika ADA mempunyai dua makna, maka akan terjadi kontradiksi."tangkas Wening.
"Bri daku penjelasan wahai bunda pertiwi ? "sambil bersujud di hadapan Wening. Saat itu Wening lalu berdiri mengambil sehelai kerta kosong dan pena.
"Begini, lihat pada kertas kosong ini. Saya akan menggambarkan lubang!"sambil menggambar lingkaran.
"Lubang atau lingkaran, ah kamu bisa membuatku tidakk khusyu' aja."tancap gelo.
"sorry, lingkaran. Ada dua titik yang berada dalam lingkaran itu, sementara ada satu titik di luar lingkaran. Kedua titik itu bermakna ADA, dan yang diluar lingkaran bermakna TIDAK ADA, Dalam hal ini tidak terjadi kontradiksi. Karena ADA dan TIDAK ADA tidak terkumpul pada satu tempat. Ini berarti dua titik itu mempunyai makna sama.
Jika dua titik ADA itu tidak mempunyai makna yang sama tetapi berlainan makna, maka satu dari kedua titik itu harus berada di luar. Diluar ADA berkumpul dengan TIDAK ADA. Ini kontradiksi.
Jika dua titik ADA yang di dalam lingkaran ditempatkan di luar lingkaran, maka ADA juga akan berkumpul dengan TIDAK ADA. Ini Kontrdiksi.
Jika dua titik ADA ditempatkan di dalam lingkaran maka ADA tidak berkumpul dengan TIDAK ADA. Ini bukan kontradiksi "mantan guru matematika ini boleh juga gayanya"
"Wening tidur ya, penjelasanmu telah membuatku orgasme."gurau Gelo.
Dasar..., makanya beli kado ulang tahun mama." ejek Wening

Olehh Iklas budiman
Tulisan Pengantar Paket Kajian Filsafat Ketuhanan YPI Al Jawad Bandung
Sabtu, 8 november 2003
.

1 comments: