Seekor burung bisa makan karena ia mengepakan sayapnya ...
Apa yang harus kita lakukan ketika kita sudah percaya diri?, ketika kita sudah memiliki modal untuk menuju sukses ? Jawabnya adalah mulai melangkah !.
Langkah seratus meter dimulai dengan langkah satu kaki. Setiap perbuatab besar selalu dimulai dengan langkah kecil. Terlambat memulai, terlambat juga menuai.
Luqman sangat tertarik dengan kalimat yang dijadikan pembuka tulisan ini."Seekor burung bisa makan karena mengepakan sayapnya..."
Jadi, bila melakukan sesuatu tindakan (action), maka harapan tinggallah harapan. Angan tinggallah angan. harus ada sebuah langkah.
Keseimbangan antara keberanian dan perhitungan, kecepatan dan kewaspadaan akan menjadi faktor penentu suksesnya langkah itu sendiri. Artinya, melangkah tapi tetap dengan perhitungan.
Seorang senior pernah bilang ke juniornya di acara PASWA (Pengenalan Studi dan Wawasan Almamater) STMIK Mahakarya, Cengkareng, Jakarta Barat, Katanya jangan tunggu selesai Wisuda, baru kalian mencari pekerjaan. Memburu pekerjaan justru sejak dini hari. Mulailah mengintip peluang apa yang bakal terbentang di kemudian hari atau yang ada sekarang. Ketika saat Wisuda, kita sudah siap duluan.
Sebut saja senior tersebut Rhido. Berbeda dengan mahasiswa yang lain, sejak semester satu, semangat dan stamina rhido ini memang berbeda. Pada semester ketuga, dia sudah menguasai beberapa bahasa pemograman populer, lalu kebisaannya itu dijadikan sarana untuk mencoba melamar disebuah perusaan IT. Diterima lantas, ia menyesuaikan jadwal kuliah dengan kerja. Ketika tidak bisa disesuaikan lagi, ia pindah kelas malam. ia tetap kuliah, meskipun semakin tahu bahwa ternyata tidak cukup mengandalkan bangku kuliah. Ini bahasa halusnya tidak ada yang bisa diambil dari sistem perkuliahan di tanah air. Setidaknya hampir mayoritas perguruan tinggi. Ilmu terbaik itu adanya dilapangan.
Ketika pekerjaan semakin menuntut banyak waktu dan tenaga, ia mengambil cuti. Disini ia bertaruh. Bertaruh di wisuda agak telat dan pasti lulusnya belakangan. Tapi ia memilih pekerjaannya. Kebetulan ia bisa melakukan apa yang oleh pepatah dikatakan sambil menyelam minum air. Ia menimba ilmu sebanyak-banyaknya di tempat kerjanya dan berbaur dengan para programer senior menjadikannya bertambah luas ilmu dan keahliannya.
Setahun kemudian ia kembali kuliah. Saat itu kebetulan posisi asisten lab lagi kosong, dengan kemampuan barunya Rhido menempati posisi itu. Akhirnya di semester akhir, dia justru di angkat dengan hormat menjadi kepala Lab. Rhido juga sekaligus yang merancang dan mengembangkan sistem informasi kampus berbasis web. Suatu keahlian yang tidak dimiliki teman-temannya yang berkategori biasa-biasa saja. memang benar Rhido terlambat lulus. Tapi teman-temannya mengakui kemanjuan Rhido, justru dibandingkan dengan mereka-mereka yang lulus duluan.
Demikianlah pentingnya segera mulai melangkah. Tapi meski demikian, apa yang diutarakan di atas tetap perlu, yakni tetap melakukan perhitungan untung rugi.
dikutip dari Buku Wisata Hati
KEHIDUPAN YANG RAPUH
oleh : Ustd Yusuf Mansur
Friday, 2 January 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


yak, bener banget...
ReplyDeletecari kerja itu harus dimulai sejaka dulu.. jangan tunggu ijazah baru jalan..
;-)